Banyak sekali aspek kehidupan manusia sehari-hari yang memanfaatkan ilmu kimia, mulai dari bidang kesehatan hingga kuliner. Oleh sebab itu, penerapan ilmu kimia penting sekali dipelajari agar memberikan manfaat positif dalam kehidupan sehari-hari manusia. Misalnya pemanfaatan ilmu kimia dalam pengujian kandungan boraks dalam makanan dengan menggunakan bahan alami seperti kunyit. Karena manfaat ilmu kimia yang sangat besar bagi kehidupan sehari-hari manusia inilah, maka Pudak Scientific mengetengahkan tema ini dalam “Pelatihan Praktikum Penerapan Ilmu Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari” yang diselenggarakan pada tanggal 16 April 2016 di Pudak Training Center, Gedebage, Bandung dan diikuti oleh empat puluh delapan peserta dari Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan daerah-daerah lainnya di Indonesia.
Pembicara utama dalam pelatihan ini adalah Drs. Asep Suryatna, M.Si., yang menyampaikan mengenai pokok-pokok penerapan ilmu kimia. Beliau berpesan agar tidak takut dengan zat kimia karena jika digunakan dengan benar maka zat kimia tersebut dipastikan aman, termasuk yang terkandung dalam beberapa bahan makanan.
Dalam pelatihan ini Drs. Asep Suryatna, M.Si memimpin satu sesi praktikum, yaitu praktikum pengujian borax dan formalin pada makanan. Dari hasil pengujian didapati banyak makanan yang menjadi sampel mengandung boraks ataupun formalin. Makanan yang dijadikan sampel untuk pengujian ini di antaranya adalah bakso, tahu, dan mie. Hasil praktikum ini mengingatkan untuk selalu berhati-hati dalam memilih makanan agar terhindar dari makanan-makanan yang mengandung zat berbahaya tersebut.
Selain praktikum uji boraks dan formalin, peserta juga melaksanakan praktikum lainnya, di antaranya:
- Pembuatan sabun cair
- Pembuatan sabun batang
- Pembuatan es krim
Para peserta juga diberi tugas mandiri untuk mencoba praktikum pembuatan mayones. Para peserta terlihat sangat puas mengikuti kegiatan pelatihan, mereka merasa banyak menemukan hal-hal yang baru terkait dengan ilmu kimia yang ternyata selama ini ada di sekitar mereka. Bahkan seorang peserta terinpirasi untuk membuka usaha pembuatan sabun. Kami berharap pelatihan yang kami laksanakan tidak hanya berperan dalam peningkatan kompetensi guru dan kualitas pendidikan indonesia, tetapi juga dapat memberikan inspirasi.